Postingan

PROGRAM LITERASI “BERKARYA DALAM GORESAN TINTA”

Gambar
  PROGRAM LITERASI “BERKARYA DALAM GORESAN TINTA” PENYUSUNAN MADING SEKOLAH   Oleh: Rohmad Setyo Wibowo, S. Pd. A.     Peristiwa (Fact) Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan sangat sarat dengan arti yang harus dimengerti dan dipahami dengan baik oleh seorang pendidik. Tidak semata- mata seorang guru hanya mentransfer ilmu yang ada dibuku, apa yang dimiliki dan seluruh pengetahun kepada murid. Tidak hanya membuat program – program yang sebutulnya bagus dan sangat bermanfaat untuk murid tetapi tidak memandang kebutuhan murid. Program yang diharapkan adalah program yang dapat menumbuhkan serta mengembangkan kepemimpinan murid. Agar murid dapat berperan sebagai pemimpin bagi proses pembelajarannya sendiri, maka perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri, sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik. Melalui upaya menumbuhkembangkan kepemimpinan murid maka secara tidak ...
Gambar
 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN Pratap Triloka yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara yang terkenal dengan semboyan Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani artinya di depan memberi teladan, di tengah membangun motivasi/dorongan, di belakang memberi dukungan. Sebagai pendidik, kita harus menyadari bahwa setiap anak membawa kodratnya masing-masing. Kita hanya perlu menuntun segala yang ada pada anak, mengarahkan dan memberi dorongan supaya anak dapat berproses dan berkembang. Dalam proses menuntun, anak akan diberi kebebasan, dalam hal ini guru sebagai pamong memberikan tuntunan dan arahan agar anak tidak kehilangan arah serta membahanyakan dirinya serta anak menemukan kemerdekaannya dalam belajar sehingga akan berdampak pada pengambilan keputusan yang tepat dan bertanggung jawab. Pendidikan harus holistik dan seimbang sehingga akan membawa kesempurnaan budi pekerti yang dapat membawa anak pada kebijaksana...

AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

  AKSI NYATA MODUL 1.4 MEWUJUDKAN BUDAYA BERSIH DI SEKOLAH A. Latar Belakang Kebersihan merupakan sebagian dari iman dan kesehatan. Lingkungan sekolah yang bersih menjadi sangat penting untuk mendukung pembelajaran yang menyenangkan dan nyaman. Namun demikian, kesadaran tentang budaya menjaga kebersihan sekolah seakan terabaikan. Perilaku suka membuang sampah dan tidak peduli adanya sampah berceceran di lingkungan sekolah menjadi hal biasa sehingga cukup wajar jika masalah sampah di sekolah tidak pernah selesai yang bertolak dari pemahaman bahwa lingkungan yang bersih akan menghindarkan murid maupun warga sekolah lain terhindar dari penyakit, mengingat sampah yang tidak terurus akan menjadi sarang penyakit. Sehingga sikap yang yang suka membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan dampak buruknya perlu dirubah dan menjadi keyakinan murid dan warga sekolah semua bahwa menjaga kebersihan lingkungan sekolah adalah tanggungjawab bersama. Berdasarkan hal tersebut maka kegiatan aksi nyat...