AKSI NYATA BUDAYA POSITIF

 AKSI NYATA MODUL 1.4

MEWUJUDKAN BUDAYA BERSIH DI SEKOLAH

A. Latar Belakang

Kebersihan merupakan sebagian dari iman dan kesehatan. Lingkungan sekolah yang bersih menjadi sangat penting untuk mendukung pembelajaran yang menyenangkan dan nyaman. Namun demikian, kesadaran tentang budaya menjaga kebersihan sekolah seakan terabaikan. Perilaku suka membuang sampah dan tidak peduli adanya sampah berceceran di lingkungan sekolah menjadi hal biasa sehingga cukup wajar jika masalah sampah di sekolah tidak pernah selesai yang bertolak dari pemahaman bahwa lingkungan yang bersih akan menghindarkan murid maupun warga sekolah lain terhindar dari penyakit, mengingat sampah yang tidak terurus akan menjadi sarang penyakit. Sehingga sikap yang yang suka membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan dampak buruknya perlu dirubah dan menjadi keyakinan murid dan warga sekolah semua bahwa menjaga kebersihan lingkungan sekolah adalah tanggungjawab bersama. Berdasarkan hal tersebut maka kegiatan aksi nyata saya pada modul 1.4 ini adalah mewujudkan budaya bersih di lingkungan sekolah.

B. Tujuan

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah

  • Murid dapat memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan untuk kesehatan
  • Murid memiliki kepeduliaan terhadap kebersihan lingkungan sekolah dan sekitar
  • Murid dan warga sekolah lain memiliki tanggungjawab bersama dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekolah


C. Tolok Ukur

    Tolok ukur dari keberhasilan penerapan rancangan ini adalah:

  • Tidak adanya sampah berceceran di lingkungan kelas maupun sekolah
  • Murid dan warga sekolah lain merasa tidak tidak nyaman jika melihat sampah
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Murid dan warga sekolah dapat membedakan sampah organik dan anorganik pengolahan sederhananya

D. Linimasa

     Tindakan yang akan saya dilakukan:

  • Berkoordinasi dengan kepala sekolah
  • Bertukar pikiran dan pengalaman dengan rekan sejawat tentang pentingnya menjaga kebersihan sekolah secara sistematis dan berkelanjutan
  • Mensosialisasikan kepada murid dan warga sekola lain tentang pentingnya menjaga kebersihan sekolah
  • Menyusun program praktik baik dengan tema “Buang Satu Sampah, Buang Seribu Penyakit”
  • Melakukan tindakan, evaluasi, dan tindak lanjut


E. Dukungan yang dibutuhkan:

    Dukungan yang dibutuhkan dalam kegitan ini adalah

  • Dukungan dari kepala sekolah, murid, dan teman sejawat
  • Dukungan penggandaan tong sampah sesuai spesifikasi sampah
  • Dukungan tempat pembuangan akhir dan pengolahannya
  • Komitmen bersama warga sekolah mewujudkan budaya sekolah bersih 

F. Hasil Aksi Nyata

    Hasil dari pelaksanaan aksi nyata adalah sebagai berikut:

  • Sampah yang berceceran di lingkungan kelas maupun sekolah sudah mulai berkurang atau bersih dari sampah apapun
  • Murid dan warga sekolah lain bisa membedakan jenis sampah dan membuang sampah sesuai tempatnya
  • Murid dan warga sekolah lain sudah merasa tidak nyaman jika melihat sampah
  • Adanya kesadaran diri untuk membuang sampah pada tempatnya dan menjaga sekolah bebas dari sampah

G. Hambatan dan Keberhasilan

  • Hambatan. Hambatannya yakni masih sangat rendahnya kesadaran membuang sampah pada tempatnya dan masih belum tersedianya tempat sampah di tempat-tempat strategis dan tempat pembuangan akhir yang belum memadai sehingga sampah yang terkumpul rawan kembali berceceran apalagi jika musim air laut pasang halaman sekolah tergenang air dan mengakibatkan sampah kembali berhamburan.
  • Keberhasilan. Keberhasilan dalam pelaksanaan kegitan ini, diantaranya adalah sampah yang berceceran di lingkungan kelas maupun sekolah sudah mulai berkurang, murid dan warga sekolah lain sudah mulai merasa tidak tidak nyaman jika melihat sampah, sudah mulai ada kesadaran diri untuk membuang sampah pada tempatnya murid dan warga sekolah sudah mulai dapat membedakan sampah organik dan anorganik sampai pengolahan sederhananya.


H. Rencana Perbaikan di Masa Mendatang

Perbaikan di masa mendatang adalah meningkatkan pembiasaan dan pengawasan terhadap kesadaran akan kebersihan lingkungan sekitar dan mengusahan tempat pembuangan akhir sehingga dapat memaksimalkan program kesadaran akan kebersihan ini.


DAFTAR RUJUKAN

Sutirna. 2013. Perkembangan & Pertumbuhan Peserta Didik. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Taryatman. 2016. BUDAYA HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH DASAR

UNTUK MEMBANGUN GENERSI MUDA YANG BERKARAKTER-Artikel. https://doi.org/10.30738/trihayu.v3i1.731 

Komentar